Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sekolah Gratis di Kampung Padat Penduduk Semarang

Kegiatan sekolah secara gratis di kampung padat penduduk bertujuan untuk membantu masyarakat terutama anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah peserta belajar menggambar dan mewarnai saat mengikuti program sekolah gratis kampung Indonesia di Kampung Tematik Gilo-Gilo Gabahan, Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan sekolah secara gratis di kampung padat penduduk yang diinisiasi oleh warga Kota Semarang Wahyono Gunung Mahesa tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat terutama anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan literasi baca, menulis dan mengasah keterampilan berkesenian secara layak serta mengurangi ketergantungan anak pada gawai yang dapat memberikan dampak negatif. 

Sekolah Gratis di Kampung Padat Penduduk Semarang
Sejumlah peserta belajar menggambar dan mewarnai saat mengikuti program sekolah gratis kampung Indonesia di Kampung Tematik Gilo-Gilo Gabahan, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/3/2025). Kegiatan sekolah secara gratis di kampung padat penduduk yang diinisiasi oleh warga Kota Semarang Wahyono Gunung Mahesa tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat terutama anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan literasi baca, menulis dan mengasah keterampilan berkesenian secara layak serta mengurangi ketergantungan anak pada gawai yang dapat memberikan dampak negatif. ANTARA FOTO/Makna Zaezar
1 / 2
Sekolah Gratis di Kampung Padat Penduduk Semarang
Pengelola sekolah, Wahyono Gunung Mahesa (kiri) mengajarkan kepada peserta cara menggambar dan mewarnai dalam program sekolah gratis kampung Indonesia di Kampung Tematik Gilo-Gilo Gabahan, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/3/2025). Kegiatan sekolah secara gratis di kampung padat penduduk yang diinisiasi oleh warga Kota Semarang Wahyono Gunung Mahesa tersebut bertujuan untuk membantu masyarakat terutama anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan literasi baca, menulis dan mengasah keterampilan berkesenian secara layak serta mengurangi ketergantungan anak pada gawai yang dapat memberikan dampak negatif. ANTARA FOTO/Makna Zaezar
2 / 2

Penulis : Nurul Hidayat
Editor : Nurul Hidayat

Foto Lainnya

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Berita Terkini lainnya

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro