Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pabrik Pengolahan Ijuk di Kabupaten Garut Mampu Menghasilkan 1,5 Ton Ijuk Per Minggu

Pabrik pengolahan ijuk di Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat mampu menghasilkan 1,5 ton ijuk per minggu yang dijual Rp8 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram dan dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Tasikmalaya, Bandung, dan Jakarta sebagai bahan baku pembuatan sapu.

Bisnis.com, JAKARTA - Pabrik pengolahan ijuk di Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat mampu menghasilkan 1,5 ton ijuk per minggu yang dijual Rp8 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram dan dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Tasikmalaya, Bandung, dan Jakarta sebagai bahan baku pembuatan sapu.

Pabrik Pengolahan Ijuk di Kabupaten Garut Mampu Menghasilkan 1,5 Ton Ijuk Per Minggu
Pekerja menyisir serat ijuk dari pohon aren di Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (5/1/2021). Pabrik pengolahan ijuk tersebut mampu menghasilkan 1,5 ton ijuk per minggu yang dijual Rp.8 ribu hingga Rp.25 ribu per kilogram dan dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Tasikmalaya, Bandung, dan Jakarta sebagai bahan baku pembuatan sapu. ANTARA FOTO/Candra Yanuarsyah
1 / 2
Pabrik Pengolahan Ijuk di Kabupaten Garut Mampu Menghasilkan 1,5 Ton Ijuk Per Minggu
Pekerja menyisir serat ijuk dari pohon aren di Malangbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (5/1/2021). Pabrik pengolahan ijuk tersebut mampu menghasilkan 1,5 ton ijuk per minggu yang dijual Rp.8 ribu hingga Rp.25 ribu per kilogram dan dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Tasikmalaya, Bandung, dan Jakarta sebagai bahan baku pembuatan sapu. ANTARA FOTO/Candra Yanuarsyah
2 / 2

Penulis : Abdullah Azzam

Foto Lainnya

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Berita Terkini lainnya

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro