PERJANJIAN PENGUSAHAAN JALAN TOL SEMARANG-DEMAK
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ketiga kanan), Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Semarang-Demak Handoko Yudianto (kiri), Bupati Demak M Natsir (ketiga kiri), Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Lukman Hidayat (kedua kiri), dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Danang Parikesit seusai menandatangani perjanjian pengusahaan jalan tol Semarang-Demak, di Jakarta, Senin (23/9/2019). Pembangunan jalan tol Semarang-Demak ini menelan investasi Rp15,30 triliun dan ditargetkan berlangsung selama 2 tahun. Jalan tol ini juga diintegrasikan dengan tanggul laut untuk mencegah banjir rob di kota Semarang. Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

PERJANJIAN PENGUSAHAAN JALAN TOL SEMARANG-DEMAK

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kedua kanan) berbincang dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ketiga kanan), Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Semarang-Demak Handoko Yudianto (kiri), Bupati Demak M Natsir (ketiga kiri), Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Lukman Hidayat (kedua kiri), dan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR Danang Parikesit seusai menandatangani perjanjian pengusahaan jalan tol Semarang-Demak, di Jakarta, Senin (23/9/2019). Pembangunan jalan tol Semarang-Demak ini menelan investasi Rp15,30 triliun dan ditargetkan berlangsung selama 2 tahun. Jalan tol ini juga diintegrasikan dengan tanggul laut untuk mencegah banjir rob di kota Semarang. Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
PERJANJIAN PENGUSAHAAN JALAN TOL SEMARANG-DEMAK
Yayus Yuswoprihanto 23 September 2019 | 23:10 WIB
KOMENTAR

Foto Lainnya

Top