Seminar Mencari Format Fintech yang Ramah Konsumen
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (dari kiri) berbincang dengan Ketua OJK Watch Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Koordinator Staf Ahli Ketua Dewan Perwakilan Daerah Soy M. Pardede di sela-sela seminar bertajuk Mencari Format Fintech Yang Ramah Konsumen, di Jakarta, Selasa (16/7/2019). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Mei 2019 terdapat sebanyak 113 fintech peer to peer (P2P) lending, 6 P2P lending syariah dan 1087 P2P lending ilegal yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi. OJK juga mencatat total akumulasi pinjaman melalui fintech P2P telah mencapai Rp41,04 triliun dengan total 8,75 juta borrower atau peminjam. Bisnis/Himawan L Nugraha

Seminar Mencari Format Fintech yang Ramah Konsumen

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (dari kiri) berbincang dengan Ketua OJK Watch Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Koordinator Staf Ahli Ketua Dewan Perwakilan Daerah Soy M. Pardede di sela-sela seminar bertajuk Mencari Format Fintech Yang Ramah Konsumen, di Jakarta, Selasa (16/7/2019). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Mei 2019 terdapat sebanyak 113 fintech peer to peer (P2P) lending, 6 P2P lending syariah dan 1087 P2P lending ilegal yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi. OJK juga mencatat total akumulasi pinjaman melalui fintech P2P telah mencapai Rp41,04 triliun dengan total 8,75 juta borrower atau peminjam. Bisnis/Himawan L Nugraha
Seminar Mencari Format Fintech yang Ramah Konsumen
Wahyu Darmawan 16 Juli 2019 | 13:57 WIB
KOMENTAR

Foto Lainnya

Top